Home > KIMIA > Jenis dan Bentuk Energi (Suatu Tulisan Ringan)

Jenis dan Bentuk Energi (Suatu Tulisan Ringan)

Bila kita berbicara tentang energi, maka adalah tak salah untuk teringat pada peristiwa yang akhir-akhir ini cukup menggemparkan negeri ini. Peristiwa meledaknya berbagai tabung gas menjadi masalah yang cukup membuat resah masyarakat. Namun bukan masalah meledaknya tabung gas yang akan dibicarakan dalam topik ini. Gas elpiji merupakan salah satu bentuk pemanfaatan energi untuk kepentingan komsumsi manusia.
Keperluan akan energi pada mulanya bila kita telusuri pada zaman yang lampau adalah untuk memasak makanan. Pada zaman dahulu untuk memasak makanan digunakanlah api yang pada awalnya terbentuk melalui pembakaran kayu kering. Karena pada zaman dahulu belum ada korek api, maka orang zaman primitif menggosokan kayu pada kayu atau menggesekkan batu pada batu. Bila kayu digosokkan maka kayu akan menjadi panas dan membara. Begitu pula bila batu saling kita gesekkan, maka lama-kelamaan akan muncul percikan api. Sebenarnya perisitiwa tersebut merupakan salah satu bentuk perubahan energi dari energi mekanik ke energi termal. Hal itu menunjukkan bahwa energi dapat diubah dari suatu bentuk ke bentuk lain. Kajian tentang energi secara ilmiah dan tersistemasi dimulai oleh seorang ilmuwan bernama James Prescout Joule. Ia mengamati proses pemanasan air pada aktivitas pengeboran besi pada pembuatan meriam. Jumlah energi termal (kalori) pada proses pemanasan air ternyata tidak lebih besar dari jumlah energi mekanik dari pengeboran meriam. Melalui pengukuran seksama dari besaran untuk energi mekanik (gaya) dan energi termal (kenaikan suhu air), Joule berkesimpulan bahwa keduanya sama besar. Hal itu menunjukkan bahwa pada peristiwa pengubahan bentuk energi tidak ada energi yang hilang maupun terbentuk. Ini adalah inti dari asas kekekalan energi.
Asas kekekalan energi, mengingat begitu universalnya hukum ini, menjadi perwujudan pada hukum pertama termodinamika, dengan dinamika berkaitan dengan proses pengubahan energi termal ke bentuk energi lainnya atau sebaliknya. Mengikuti asas kekekalan energi, maka muncullah juga asas kekekalan massa, yang menyatakan bahwa massa tak dapat diciptakan atau dimusnahkan. Pada tahun 1922, Albert Eintein membuat hipotesis kesetaraan massa-energi yang dihubungkan melalui persamaan E=mc2. Persamaan ini menunjukkan proses yang reversibel, dimana jumlah energi dan massa mestilah lestari dalam setiap proses konversinya.
Secara umum, ada dua jenis energi yaitu energi transisional dan energi tersimpan. Energi transisional adalah energi yang sedang bergerak dan dapat berpindah melewati batas sistem. Energi tersimpan merupakan energi yang ada karena wujud-wujud yang terjadi seperti misalnya karena massanya, posisi dalam medan gaya dan sebagainya. Bukanlah hal gampang untuk mendefinisikan apa energi itu, mengingat keuniversalannya dan kedahsyatannya. Secara umum kita sering mendefinisikan energi sebagai ukuran kemampuan sistem untuk melakukan kerja. Sebenarnya definisi ini masih sangat absurd dan masih layak diperdebatkan, mengingat keuniversalan energi itu sendiri. Bentuk energi dapat diklasifikasikan dalam tujuh jenis berdasarkan pada perubahan materi, meliputi energi kinetik, potensial, termal, elektromagnetik, listrik, kimia dan inti. Energi kinetik adalah energi yang dimiliki oleh suatu partikel karena bergerak. Energi potensial adalah energi yang dimiliki oleh suatu benda karena posisinya. Energi termal lebih pada kekhususan istilahnya saja, ditandai dengan perubahan suhu. Energi elektromagnetik adalah suatu bentuk energi yang berkaitan dengan adanya radiasi elektromagnetik berupa partikel foton. Energi listrik adalah bentuk energi yang berkaitan dengan arus dan akumulasi elektron. Energi kimia adalah energi yang yang ditimbulkan akibat dari interaksi elektron pada atom-atom yang berkombinasi membentuk senyawa. Energi nuklir adalah energi yang dihasilkan karena adanya reaksi dari inti-inti tak stabil.
Kepustakaan
Culp, A.W. & Sitompul, D. (Penerjemah). 1984. Prinsip-prinsip Konversi Energi. Jakarta : Erlangga.
Syukri, S. 1999. Kimia Dasar 1. Bandung : Penerbit ITB.
Rahayu, S.I. 2006. Termodinamika Asas Dasar dan Terapan Kimia. Bandung : Penerbit ITB.

Categories: KIMIA Tags: ,
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: