Home > KIMIA > Ilmu Kimia (Suatu Tulisan Singkat)

Ilmu Kimia (Suatu Tulisan Singkat)

Kimia mengkaji sifat zat dan secara khusus, reaksi yang mentransformasi satu zat menjadi zat lain. Kimia sendiri merupakan salah satu cabang dari ilmu pengetahuan alam. Ilmu kimia sebagai bagian dari ilmu pengetahuan alam, mempelajari komposisi dan struktur zat kimia, serta hubungan keduanya dengan sifat zat tersebut. Ilmu kimia termasuk dalam rumpun IPA yang mencari jawaban atas apa, mengapa dan bagaimana gejala-gejala alam yang berkaitan dengan komposisi, struktur, sifat perubahan, dinamika, dan energitika zat. Jadi dapat dikatakan ilmu kimia adalah ilmu yang berkenaan dengan karakterisasi, komposisi dan transformasi materi. Munculnya ilmu kimia sendiri tak lepas dari upaya manusia dalam mencari jawaban atas berbagai peristiwa di alam. Ilmu kimia sendiri dipelopori oleh para alchemist, yang berupaya menemukan metode membuat emas dari bahan-bahan lain, suatu upaya yang tidak pernah berhasil. Akar ilmu kimia dapat dilacak hingga fenomena pembakaran. Api dianggap kekuatan mistik yang dapat mengubah suatu zat menjadi zat lain dan karenanya merupakan perhatian utama umat manusia. Adalah api yang menuntun manusia pada penemuan pengolahan besi dan gelas. Setelah emas ditemukan dan menjadi logam berharga, banyak orang yang tertarik menemukan metode yang dapat merubah zat lain menjadi emas. Hal ini menciptakan suatu protosains yang disebut alkimia (alchemystry). Alkimia dipraktekkan oleh banyak kebudayaan sepanjang sejarah dan sering mengandung campuran filsafat, mistisisme, dan protosains. Alkimiawan (alchemist) menemukan banyak proses kimia yang menuntun pada pengembangan kimia modern. Seiring berjalannya sejarah, alkimiawan-alkimiawan terkemuka (terutama Abu Musa Jabir bin Hayyan dan Paracelsus) mengembangkan alkimia menjauh dari filsafat dan mistisisme dan mengembangkan pendekatan yang lebih sistematik dan ilmiah. Alkimiawan pertama yang dianggap menerapkan metode ilmiah terhadap alkimia dan membedakan kimia dan alkimia adalah Robert Boyle (1627–1691). Walaupun demikian, kimia seperti yang kita ketahui sekarang diciptakan oleh Antoine Lavoisier dengan hukum kekekalan massanya pada tahun 1783. Penemuan unsur kimia memiliki sejarah yang panjang yang mencapai puncaknya dengan diciptakannya tabel periodik unsur kimia oleh Dmitri Mendeleyev pada tahun 1869. Ilmu kimia adalah ilmu yang memiliki karakteristik yang abstrak. Beberapa kajiannya memerlukan pendekatan yang sangat teoritis.

Categories: KIMIA Tags: ,
  1. adhimaswijaya
    August 3, 2010 at 10:49 am

    nurcahyadi, klo tiap nulis, wajib diberi gambar, tinggal km cari d google gambarnya cz sebagai pengantar, biar pembaca tertarik baca tulisan kamu… Smangadh pak!

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: