Home > KIMIA > Teori Asam dan Basa sebelum tahun 1887

Teori Asam dan Basa sebelum tahun 1887

Asam dan basa merupakan golongan zat kimia yang sangat penting. Kesadaran bahwa asam adalah suatu jenis senyawa yang unik telah ada lama sebelum sifat-sifatnya disistematisasikan pertama kali oleh Robert Boyle. Konsep pertama tentang asam lebih bersifat empiris. Fakta bahwa spesies tertentu yang dikenal sebagai asam ternyata memiliki sifak karakteristik yang khas untuk spesies tersebut menyebabkan timbulnya usaha awal untuk memisahkan senyawa jenis itu dalam suatu golongan sendiri. Pada awalnya, telah diketahui bahwa tanah kapur yang dilarutkan dalam pelarut tertentu, misalnya cuka pelarut khas, akan menimbulkan gelembung-gelembung. Larutan encer dari pelarut semacam itu mempunyai rasa masam yang karakteristik. Oleh karena sifat tersebut , golongan senyawa ini dinamai asam.  Istilah “asam” merupakan terjemahan dari istilah yang digunakan untuk hal yang sama dalam bahasa-bahasa eropa seperti acetum (bahasa Latin), acid (bahasa Inggris), zuur (bahasa Belanda), atau Säure (bahasa Jerman) yang secara harafiah berhubungan dengan rasa masam.

Basa merupakan golongan zat kimia yang pertama kali diturunkan dari dari abu berbagai tanaman dan oleh sebab itu sering juga disebut alkali, dari bahasa arab al qili yang berarti abu tumbuh-tumbuhan. Basa, sama seperti asam, memiliki sifat-sifat unik tertentu, yaitu kemampuan dalam melarutkan belerang dan lemak, kemampuan dalam mempengaruhi warna dari beberapa ubar nabati tertentu,  dan khususnya, kemampuan dalam menetralkan efek asam. Untuk menjelaskan sifat asam dan basa dari suatu spesies, sejarah perkembangan ilmu kimia mencatat berbagai teori. Perkembangan tersebut dapat dibagi menjadi dua periode, yaitu sebelum  tahun 1887 dan sesudah tahun 1887.  Harus dicatat bahwa penentuan suatu zat termasuk dalam golongan asam atau basa semata-mata bergantung pada sifat-sifat unik yang dapat diamati dari sifat zat tersebut.

Robert Boyle mengetahui bahwa sifat-sifat asam adalah pelarut bagi banyak zat, dapat mengendapkan belerang dari larutan alkali dan dapat mengubah warna ubar nabati dari warna biru menjadi merah, memiliki daya pelarut tinggi, mampu mengubah warna tumbuh-tumbuhan tertentu, serta mampu mengubah rasa dan warna makanan . Roulle pada tahun 1744 mengenalkan basa sebagai kelas senyawa yang lebih umum dari golongan alakali. Roulle berpendapat bahwa garam berasal dari gabungan asam dan basa, sehingga basa dapat diartikan sebagai spesi yang bereaksi dengan asam membentuk garam. Menurut Roulle, kelompok senyawa yang dikenal sebagai basa adalah  alkali, alkali tanah, logam dan beberapa minyak.

Penyimpangan pertama dari definisi eksperimental mengenai asam muncul dari studi Antoine Laurent Lavoisier pada tahun 1787. Lavoisier mengamati bahwa banyak asam yang dijumpai berasal dari penggabungan unsur oksigen dengan metaloid seperti belerang dan fosfor. Percobaannya membuktikan bahwa senyawa-senyawa yang mengandung atom C, N dan S jika dibakar dengan oksigen kemudian dilarutkan dalam air akan menghasilkan larutan yang bersifat asam. Hal ini menyebabkan Lavoisier menyimpulkan bahwa sifat-sifat khusus dari asam disebabkan oleh adanya oksigen. Namun Berthollet menyangsikan kesimpulan ini. Ia, pada tahun 1787,  berasumsi bahwa kemungkinan ada asam yang tidak mengandung oksigen.  Pada tahun 1810 Sir Humphry Davy   menemukan bahwa asam muriatat atau asam hidroklorida tidak mengandung unsur oksigen. Pada mulanya, sekitar tahun 1814, ia berpendapat bahwa sifat asam dari suatu zat tidak bergantung pada partikel pembentuknya tapi lebih disebabkan oleh kemasan khusus dari berbagai zat. Namun pada tahun 1816, ia menyatakan bahwa hidrogen terdapat pada semua spesies asam, tapi tidak semua senyawa yang mengandung hidrogen adalah asam.

Joseph Louis Gay-Lussac menyimpulkan bahwa asam adalah zat yang dapat menetralkan alkali dan kedua golongan senyawa itu hanya dapat didefinisikan dalam kaitan satu sama lain. Demi untuk tetap mempertahankan pendapat Lavoisier, Gay-Lussac mengusulkan suatu golongan asam yang tidak mengandung oksigen sebagai golongan hidrasida. Namun pandangan ini tidak bertahan lama. Liebig pada tahun 1838 mengemukakan pandangannya adalah lebih sederhana untuk memandang asam sebagai senyawa yang mengandung atom hidrogen yang dapat diganti oleh logam. Definisi dari Liebig ini bertahan kurang lebih 50 tahun dengan sedikit perubahan.

Categories: KIMIA Tags: , ,
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: